Laporan Pertanggungjawaban PLT PPKS UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Periode 2025 Serta Pemilihan Ketua baru periode 2026
Yogyakarta, 13/01/2026
Pusat Layanan Terpadu Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PLT PPKS) UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan Laporan Pertanggungjawaban LPJ pada Selasa, 13/01/2026 di Amboja in Jogja. Selain LPJ, acara ini juga dirangkaikan dengan pemilihan ketua baru PLT PPKS periode 2026 dan dihadiri oleh TIM PLT PPKS yang terdiri dari pengurus dan volunteer.
Penyampaian LPJ dipimpin oleh Nur Afni Khafsoh, M.Sos. selaku ketua, beserta Sekretaris dan bendahara PLT PPKS Ferra Puspita Sari, M.Pd. dan Hikmalisa, S.Sos., M.A. Laporan ini disampaikan dengan detail mengenai akumulasi, penanganan dan pemberian sanksi pada seluruh kasus kekerasan seksual serta program-program yang sudah dilaksanakan oleh PLT PPKS selama priode 2025.
Kemudian acara ini dilanjutkan dengan pemilihan ketua beserta jajaran kepengurusan PLT PPKS periode 2026. Meskipun nampak pelik dan tejadi deadlock, akhirnya musyawarah ini memutuskan Abidah Muflihati, S.Th.I., M.S.I. sebagai ketua dan Faisal Luqman Hakim, S.H., M.Hum. sebagai wakil ketua PLT PPKS UIN Sunan Kalijaga periode 2026.
Tim PLT PPKS mengapresiasi penuh kinerja dari ketua PLT PPKS periode 2025 Nur Afni Khafsoh, M.Sos. atas seluruh dedikasi dan waktunya ketika memimpin. Hal ini diungkapkan oleh salah satu perwakilan dari Tim PLT “Bu Afni sudah melaksanakan tugasnya dengan sangat maksimal serta semangat yang sangat luar biasa” ucap Rof’ah., M.A. Ph.D saat memimpin pemilihan ketua baru PLT PPKS.
Kemudian, TIM PLT tidak hanya menaruh harapan kepada ketua terpilih periode 2026 atas kepemimpinannya, melainkan memberikan support atau dukungan penuh dengan kesediaannya dalam membersamai PLT dalam penanaganan dan pencegahan kekerasan seksual. “Siapapun ketuanya kami siap membersamai dan membantu dalam menangani kekerasan seksual di kampus” ucap TIM PLT PKKS.
Kekompakan inilah yang menjadikan TIM PLT PPKS UIN Sunan Kalijaga bisa menghadapi laporan demi laporan serta kampanye mengenai kekerasan seksual baik di kampus atau di dalam jejaring terkait lainnya. Acara ini kemudian dilanjutkan dengan rapat kerja atau raker sebagai penutup kegiatan.
Red: Iqromah